Kontak: (021) 82566566 / 98233829

    Pemimpin yang Adil

    Pemimpin - IlustrasiManusia merupakan makhluk Allah yang paling mulia dibanding dengan yang lainnya. Manusia Allah jadikan sebagai khalifah di muka bumi ini, yang merupakan amanat yang harus dipikul oleh manusia dengan sebaik-baiknya. Demikian Allah menjadikan manusia sebagai khalifah karena Dia melebihkan Bani Adam oleh Allah dari makhluk lainya.

     

    Manusia diperintahkan untuk berbuat adil dalam kehidupan ini, karena adil mempunyai dampak yang baik bagi umat banyak. Keadilan dalam memimpin merupakan perintah Allah, sebagaimana firman-Nya:
    Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(An-Nisaa’: 58)

     

    Bahkan kita diperintah untuk taat pada perintah pemimpin yang baik, adil, jujur dalam mengemban amanatnya, selama pemimpimn itu memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik, bukan kemungkaran atau kemaksiatan. Alaah Ta’ala berfirman:
    Setiap diri kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan tanggung jawab dalam kepemimpinannya. Segala sesuatu yang ada dalam diri kita itu amanat. Seorang yang berilmu diberi amanat untuk mengamalkan ilmunya sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya.(An-Nisaa’: 59)

    Berhati-hatilah dalam memimpin, karena siapapun yang menjadi pemimpin di sebuah negara, maka dia akan diminta pertanggung jawaban bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak. Dia akan ditanya akan apa yang telah dipimpinnya.

    Oleh karena itu janganlah melalaikan amanat kepemimpinan itu, karena ia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Hal ini diperingatkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ma'qil Ibnu Yasar Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Seorang hamba yang diserahi Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia mati pada hari kematiannya ketika ia menipu rakyatnya, Allah pasti akan mengharamkannya masuk surga." (Muttafaq Alaih)

    Bahkan bukan hanya itu. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mendoakan bagi siapa saja yang menyusahkan urusan ummat Islam agar Allah Subhaanahu Wa Ta’aala menyusahkan kehidupannya. Sungguh celaka bagi orang yang demikian, karena dia tidak mengemban amanat kepemimpinan dengan sebaik-baiknya.

    Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Ya Allah, barangsiapa menguasai salah satu urusan umatku, lalu menyusahkan mereka, maka berilah kesusahan padanya." (HR Muslim)

    Semoga kita dianugerahi pemimpin yang adil, yang membawa kebaikan dunia dan akhirat.

    Wallahu’alam

    Akbar Media

    Website ini merupakan website resmi
    dari PT. Akbar Media.
    Seluruh isi tulisan, gambar,
    dan lainnya adalah hak cipta
    milik PT. Akbar Media.
    Hubungi untuk keterangan lebih lanjut.

    Top