| Pesta Pora dan Foya-foya di Akhir Tahun |
|
Islam melarang umatnya untuk bersikap berlebih-lebihan dalam segala hal, karena Allah Subhaanahu Wa Ta’aala tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Sebagaimana firman-Nya:
Bahkan dalam makan dan minum sekalipun kita dilarang berlebih-lebihan, karena makan dan minum juga tidak baik secara medis. Bahkan apapun apabila dlakukan secara berlebihan, maka dampaknya kurang baik dalam kehidupan ini, seperti makan, minum, olah raga, tidur, kerja, begadang dan lain sebagainya. Oleh karena itu Allah Ta’aala berfirman:
Terlebih di akhir pergantian tahun, yang mestinya menjadi bahan cerminana dan introsfeksi diri bagi kita, karena umur kita bertambah dan jatah hidup kita berkurang lalu amal apakah yang telah kita persiapkan bekal untuk hari akhir nanti? Sikap yang utama dalam mensikafi tahun baru ini mestinya tidak dengan pesta pora dan berfoya-foya, atau menghambur-hamburkan harta dengan tujuan dan sasaran yang tidak jelas. Mubadzir sekali harta yang dikeluarkan bila hanya untuk memenuhi keinginan syahwat semata, tanpa memperhitungkan dengan sebaik-baiknya segala dampak yang akan ditimbulkan dari sikapnya itu. Bukankah ada sikap yang lebih utama dalam membelanjakan harta, yang telah diajarkan oleh Allah Ta’ala kepada kita? Baik dengan menafkahkannya ke keluarga terdekat, menyantuni orang miskin, atau orang yang sedang dalam perjalanan (musafir)? Sebagaimana firman-Nya: Janganlah boros dan menghambur-hamburkan harta, karena itu merupakan perbuatan dan saudara syaithan, dan syaithan sangat ingkar kepada Tuhannya. Jadi janganlah kita mengikuti langkah-langkah syaithan, dalam segala hal, termasuk pemboros harta. Allah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman: Kita berlindung dari hal-hal yang demikian, kepada Allah Ta’aala. Wallahu’alam
|
Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan. Berlebihan dalam islam sangat tidak disukai, karena itu merupakan sikap yang tidak terpuji.