Kontak: (021) 82566566 / 98233829

    Dahsyatnya Sakaratul Maut

    Tidak ada satu jiwa pun yang kekal di dunia ini. Setiap yang bernyawa pasti akan melalui fase ini. Kematian merupakan pintu menuju gerbang akhirat, yaitu kehidupan yang kekal dan pasti dimana setiap orang akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Allah SWT berfirman:

    كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali-Imran: 185)

    Wahai manusia telah tiba waktunya untuk bangun bagi siapapun yang masih terlelap tidur, dan telah tiba waktunya untuk sadar bagi siapapun yang masih lalai, sebelum disergap oleh kematian.

    Sebelum masuk gerbang kematian itu, kita akan mengalami fase bagaimana dahsyatnya sakaratul maut. Hari dimana ruh dikeluarkan dari jasadnya, sebagai hari yang telah ditentukan bagi setiap orang. Suka tidak suka dia pasti akan datang walaupun kita menghindarinya. Allah SWT berfirman:

    “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.(QS. Qaaf: 19)

    Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah menghadapi sebuah bejana untuk minum yang terbuat dari kulit. Beliau memasukkan tangannya kedalam air lalu mengusapkannya ke wajah seraya bersabda: “Tidak ada Tuhan selain Allah, sesungguhnya kematian itu didahului dengan tekanan-tekanan sakaratul maut.” Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya seraya bersabda, “Bertemu dengan Allah Yang Maha Tinggi”, sampai beliau wafat dan tangannya pun jatuh terkulai. (HR. Bukhari)

    Dahsyatnya sakaratul maut, Allah SWT jelaskan pula dalam firman-Nya yang berbunyi:

    “Sekali-kali jangan. apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?". Dan dia yakin bahwa Sesungguhnya Itulah waktu perpisahan (dengan dunia). Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan) . Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.” (QS. Al-Qiyaamah: 26-30)

    Alangkah dahsyatnya sakaratul maut yang dirasakan, ketika nyawa sudah sampai dikerongkongan, maka siapapun tidak akan  mampu menyembuhkannya. Bahkan dokter hebat sekali pun, dia tidak akan mampu mencegahnya.
    Terlebih tekanan-tekanan sakaratul maut bagi orang-orang yang zalim, maka keadaan mereka lebih dahsyat lagi sakaratul mautnya. Hal demikian ini terjadi sebagai balasan akan segala macam perbuatan selama hidup di dunia. Allah SWT berfirman:

    “Alangkah dahsyatnya Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang Para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.” (QS. Al-An’aam: 93)

    Kita berlindung kepada Allah SWT dari hal yang demikian. Dan semoga Allah SWT meringankan kita pada saat menghadapi dahsyatnya tekanan-tekanan sakaratul maut, serta menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang khusnul khatimah. Amiin yaa robbal ‘aalamiin.

    Wallahu’alam

    Dikutip dari :

    Rahasia Kematian Alam Akhirat dan Kiamat, Imam Al-Qurthubi, Terbitan AKBARMEDIA

    Akbar Media

    Website ini merupakan website resmi
    dari PT. Akbar Media.
    Seluruh isi tulisan, gambar,
    dan lainnya adalah hak cipta
    milik PT. Akbar Media.
    Hubungi untuk keterangan lebih lanjut.

    Top