Beranda Wanita Wanita yang Meratap
Wanita yang Meratap

Maksudnya, wanita yang meratapi jenazah dari kaum kerabatnya sendiri atau orang lain yang memang kerjanya disuruh untuk meratap dengan imbalan tertentu. Wanita yang meratapi jenazah biasanya akan melakukan tingkah yang aneh-aneh. Ia akan mengeluarkan ucapan-ucapan yang bertentangan dengan takdir dan menyalahi ajaran-ajaran Islam.

Islam melarang segala ekspresi kesedihan berlebihan yang dapat mengeluarkan seorang wanita dari iman. Misalnya, menampar pipi sendiri, merobek-robek pakaian, menabur-naburkan pasir atau tanah ke atas kepala, dan mengeluarkan ucapan-ucapan ala setan yang justru menyakitkan hati dan menambah-nambah kesedihan.

Rasulullah saw. melarang semua itu. Beliau bersabda,

“Tidaklah termasuk golongan kami orang yang menampar-nampar pipi sendiri, merobek-robek saku, dan memanggil dengan panggilan ala jahiliah.”

 

Umar ibnul-Khaththab r.a. pernah memukul dengan menggunakan tongkat beberapa wanita yang meratap. Ia terpaksa menyuruh untuk mengevakuasi mereka dari rumah duka dan berkata, “Mereka menangis bukan karena musibah yang menimpa kalian, melainkan karena uang kalian.”

Meratap adalah perbuatan orang-orang jahiliah. Perbuatan ini bertentangan dengan kesabaran yang selalu diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Islam tidak mengingkari tangisan atau kesedihan atas suatu peristiwa kematian, karena hal itu adalah sesuatu yang bersifat fitrah. Tetapi, Islam hanya berpesan supaya jangan terlalu berlebihan larut dalam tangis dan tenggelam dalam kesedihan, sehingga kehidupan menjadi hampa. Oleh karena itulah, Islam memberikan batas waktu berkabung selama tiga hari bagi kaum laki-laki. Adapun kepada wanita yang ditinggal mati oleh suaminya, batas akhir masa berkabung ialah empat bulan sepuluh hari. Itulah yang lazim disebut masa idah.

Seseorang yang ditimpa musibah-musibah zaman, terkadang kehilangan kekuatan. Akibatnya, ketika mengalami kerugian materiil atau menderita kekalahan perang atau tanamannya diserang oleh hama, ia tidak memiliki daya menghadapi semua itu. Karena itulah, sebaiknya ia tetap bersabar, sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Qur`an,

“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’” (al-Baqarah: 155-156)

Al-Qur`an juga mengisyaratkan bahwa salah satu faktor yang membawa kebajikan ialah bersabar dalam menghadapi kemiskinan atau derita sakit atau bahaya- bahaya perang,

“…dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan  peperangan.” (al-Baqarah: 177)[1]

Dikutip dari :

[1] Lihat, Wanita-Wanita Penghuni Neraka, Abdul Muis Khattab, Terbitan Akbarmedia (Bestseller)

 

Alamat

Jln. Batu Ampar V No. 8 Batu Permata
Kel. Batu Ampar, Kec. Kramat Jati - Jakarta Timur
Telp. (021) 82566566 / 98233829
Fax. (021) 70503031
info@penerbitakbar.com
akmed@cbn.net.id

Akbar Media

Website ini merupakan website resmi
dari PT. Akbar Media.
Seluruh isi tulisan, gambar,
dan lainnya adalah hak cipta
milik PT. Akbar Media.
Hubungi untuk keterangan lebih lanjut.